Kamis, 29 Maret 2012

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:
  • Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.
  • Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.

  • Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.
  • Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.

Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:


· Bird Eye View



Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.

· High Angle


Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.

· Low Angle



Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

· Eye Level



Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

· Frog Eye


Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.


Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek.

Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:


· Extreme Close Up (ECU/XCU) :



pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau
ujung tumit dari sepatu.

· Big Close Up (BCU) :



pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

· Close Up (CU) :


gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya
mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru

· Medium Close Up


(MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

· Medium Shot (MS) : 


pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh
badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

· Knee Shot (KS) :



pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

· Full Shot (FS) :


pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

· Long Shot (LS) :


pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek
terkena hingga latar belakang objek.

· Medium Long Shot (MLS) :


gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka
seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.


· Extreme Long Shot (XLS):



gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar
belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap
ingkungannya.

· One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.

· Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.

· Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.

· Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.


Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:


· Zoom In/ Zoom Out
kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming
yang ada di kamera.

· Panning
gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

· Tilting
gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika
kamera mengangguk.


· Dolly
kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya.  
Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.


· Follow
gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.


· Crane shot
gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

· Fading
pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar
menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.



· Framing
objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika
keluar bingkai.



Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.

· Objek bergerak sejajar dengan kamera.

· Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.

· Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.


Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.


· Backlight Shot:

teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.



· Reflection Shot: 

 teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang
dapat memantulkan bayangan objek.



· Door Frame Shot:


gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.



· Artificial Framing Shot:

benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek
diambil dari balik ranting tersebut.



· Jaws Shot: 

 kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.



· Framing with Background:

objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.



· The Secret of Foreground Framing Shot:

pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi
perpaduan adegan.


· Tripod Transition: 

 posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.



· Artificial Hairlight:

rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.


· Fast Road Effect: 

 teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.


Backlight Shot

teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk
menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.

Backlight Shot

pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala
atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat
sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.

· Profil Shot :

jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera
satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.



HUBUNGI KAMI


Pratama Product  :
  Jasa Liputan Multicam
  Jasa pembuatan Video Company profile
  Jasa Pembuatan Iklan
  Jasa Event Organizer  -   Jasa Photography                                                            

3 komentar:

  1. Terimakasih atas kunjungannya yach... boleh berbagi dengan yang lain

    BalasHapus
  2. Ohya bang gimana kalo terus di posting yang berhubungan dengan trik kamera. kayaknya seru jadi banyak belajar. makasih...

    BalasHapus
  3. ok ditunggu ya... makasih atas dukungannya

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya...
silahkan tulis komentar anda disini...

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!